BINews.id, LEBAK — Persoalan ketersediaan air di RSUD Malingping, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan. Aktivis Lebak Selatan meminta manajemen rumah sakit memberikan penjelasan secara terbuka terkait kondisi ketersediaan air yang disebut sedang mengalami situasi darurat.
Permintaan tersebut dinilai penting mengingat air merupakan salah satu kebutuhan utama dalam menunjang pelayanan kesehatan. Pasien, keluarga pasien, tenaga medis, maupun masyarakat pengguna layanan rumah sakit membutuhkan kepastian mengenai kondisi pasokan air serta langkah yang disiapkan manajemen untuk mengatasinya.
Aktivis Lebak Selatan, Agus Rusmana, kemudian melakukan konfirmasi kepada Plt. Direktur RSUD Malingping, dr. Susi Mulyani, M.M., melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (19/9/2026).
Agus mempertanyakan secara langsung kondisi ketersediaan air di rumah sakit.
«“Bagaimana tanggapannya, Bu, terkait darurat air di RSUD Malingping?”»
Menanggapi pertanyaan tersebut, Plt. Direktur RSUD Malingping memberikan jawaban singkat.
«“Siap, Halodo kang. Ke lah ngobrolna di darat by WA mah,”»
Pesan tersebut secara umum dipahami Agus sebagai ajakan untuk membahas persoalan tersebut secara langsung, bukan melalui percakapan WhatsApp.
Namun, respons tersebut dinilai belum menjawab substansi mengenai kondisi ketersediaan air maupun langkah konkret yang dilakukan pihak rumah sakit.
Agus Rusmana mempertanyakan mengapa persoalan air yang menyangkut kebutuhan pelayanan pasien belum disertai penjelasan terbuka kepada publik.
“Menurut saya, jawaban tersebut belum menjawab substansi persoalan. Persoalan darurat air di RSUD Malingping bukan kali ini saja terjadi. Masyarakat membutuhkan penjelasan yang jelas mengenai kondisi air di rumah sakit dan bagaimana langkah konkret pihak manajemen untuk mengatasinya,” ujar Agus.
Menurutnya, persoalan ketersediaan air di fasilitas pelayanan kesehatan semestinya menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pasien dan operasional rumah sakit.
Ia berharap manajemen RSUD Malingping tidak hanya memberikan penjelasan secara internal, tetapi juga menyampaikan informasi yang dapat dipahami masyarakat sehingga tidak muncul berbagai spekulasi maupun informasi simpang siur.
“Jangan sampai persoalan ini terus berulang tanpa ada penjelasan dan solusi yang jelas dari pihak manajemen. Ketersediaan air merupakan kebutuhan penting dalam menunjang pelayanan di fasilitas kesehatan,” katanya.
Agus juga meminta pihak rumah sakit menjelaskan sejumlah hal penting, mulai dari kondisi pasokan air saat ini, penyebab gangguan atau keterbatasan air, upaya penanganan yang telah dilakukan, hingga solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak kembali mengganggu pelayanan.
“Harapan kami, pihak RSUD Malingping dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan menyampaikan langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan ketersediaan air, bukan malah menyalahkan alam,” tegas Agus.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari manajemen RSUD Malingping mengenai kondisi teknis ketersediaan air, penyebab persoalan, maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Publik pun menunggu penjelasan resmi pihak RSUD Malingping agar persoalan tersebut dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
(Oji DN)
















