• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, October 8, 2026
BERBAGI INFO NASIONAL
No Result
View All Result
  • Login
  • Nasional
  • Daerah
  • Entertainment
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Mancanegara
  • Politik
  • Olahraga
  • Nasional
  • Daerah
  • Entertainment
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Mancanegara
  • Politik
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

BCW Soroti Transparansi Cukai Rokok, Siap Bedah Data Produksi hingga Potensi Kebocoran Penerimaan Negara

admin001 by admin001
August 28, 2026
in Daerah
0
BCW Soroti Transparansi Cukai Rokok, Siap Bedah Data Produksi hingga Potensi Kebocoran Penerimaan Negara
0
SHARES
3
VIEWS
Share on WhatsAppShare on Fb

BINews.id, JAKARTA — Bea Cukai Watch (BCW) menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau. Organisasi pengawas tersebut berencana membedah rantai administrasi cukai selama lima tahun terakhir, mulai dari produksi rokok legal hingga penerimaan negara serta perkembangan peredaran rokok ilegal.

Kajian yang akan dilakukan mencakup data produksi hasil tembakau, pemesanan dan pencetakan pita cukai, distribusi, penggunaan, pengembalian dan pemusnahan pita cukai, hingga penerimaan negara dari sektor Cukai Hasil Tembakau (CHT).

READ ALSO

Aksi FMB di KP3B Soroti Flyover Unyur, Desak APH Usut Dugaan KKN dan Gagal Konstruksi

Bhabinkamtibmas Sambangi Masyarakat Pelabuhan Kalibaru, Imbau Waspada Kamtibmas dan Bahaya Kebakaran

Koordinator BCW, Jimmy Endey, mengatakan kajian tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran utuh kepada publik mengenai hubungan antara produksi hasil tembakau legal dengan penerimaan cukai yang masuk ke kas negara.

Menurutnya, sektor cukai hasil tembakau merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang sangat besar. Karena itu, setiap mata rantai administrasi cukai harus dapat ditelusuri dan direkonsiliasi secara transparan.

“Ini menyangkut uang negara dalam jumlah besar. Publik perlu mendapatkan gambaran yang terang: berapa yang diproduksi secara legal, berapa pita cukai yang dipesan dan dicetak, berapa yang didistribusikan dan digunakan, serta berapa yang akhirnya menjadi penerimaan negara,” kata Jimmy di Sekretariat BCW, Jalan Saharjo Nomor 123, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

BCW Tegaskan Bukan Menuduh, Tapi Menguji Data

Jimmy menegaskan, kajian yang dilakukan BCW tidak berangkat dari tudingan telah terjadi kebocoran penerimaan negara.

Menurutnya, tujuan utama kajian adalah menguji apakah seluruh data dalam rantai administrasi cukai dapat direkonsiliasi secara transparan dan dipertanggungjawabkan.

“Kalau semua datanya match, itu justru memperkuat kepercayaan terhadap sistem. Tetapi kalau ada selisih atau anomali, kita perlu tahu penyebabnya. Bisa karena mekanisme administrasi yang sah, bisa karena faktor lain. Jangan berspekulasi, kita uji dengan data,” ujar Jimmy.

BCW menilai pengawasan publik terhadap penerimaan negara harus dilakukan secara kritis, namun tetap objektif dan mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Produksi Rokok Legal Turun, Penerimaan Cukai Tetap Ratusan Triliun

Salah satu fokus kajian BCW adalah kecenderungan penurunan produksi rokok legal dalam beberapa tahun terakhir.

Data yang dihimpun dari sejumlah publikasi menunjukkan produksi rokok legal berada pada kisaran 334,8 miliar batang pada 2021 dan kemudian mengalami kecenderungan penurunan hingga berada pada kisaran 307,8 miliar batang pada 2025.

Sementara itu, penerimaan cukai negara tetap berada pada kisaran ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

Menurut BCW, kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya persoalan. Perubahan tarif cukai, struktur produksi, jenis rokok, harga jual eceran hingga pergeseran pola konsumsi masyarakat dapat memengaruhi hubungan antara volume produksi dan penerimaan negara.

Namun demikian, fenomena tersebut dinilai penting untuk dikaji lebih jauh.

“Pertanyaannya bukan hanya mengapa produksi legal turun. Kita juga perlu bertanya, ketika produksi legal turun, ke mana konsumennya berpindah? Apakah konsumsi memang turun, berpindah ke produk legal yang lebih murah, ke jenis hasil tembakau lain, rokok elektrik, atau justru masuk ke pasar ilegal?” kata Jimmy.

BCW Akan Telusuri Jejak Setiap Pita Cukai

Aspek lain yang menjadi perhatian serius BCW adalah tata kelola pita cukai.

BCW berencana memetakan seluruh rantai pengelolaan pita cukai, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan dan pencetakan, penyimpanan, pemesanan oleh industri, distribusi, penggunaan, pengembalian hingga pemusnahan.

Menurut Jimmy, pita cukai bukan sekadar tanda pelunasan kewajiban cukai, melainkan juga dokumen sekuriti negara yang memiliki peran penting dalam sistem pengawasan penerimaan.

“Pertanyaan sederhananya adalah: apakah setiap pita cukai yang dicetak dapat ditelusuri sampai status akhirnya? Berapa yang didistribusikan, berapa yang digunakan, berapa yang dikembalikan, dan berapa yang dimusnahkan. Kalau datanya terbuka dan bisa direkonsiliasi, publik justru memperoleh keyakinan bahwa sistem pengawasannya kuat,” jelasnya.

BCW juga akan memetakan berbagai pelanggaran yang berkaitan dengan pita cukai, mulai dari penggunaan pita palsu, pita bekas, pita salah peruntukan hingga peredaran produk hasil tembakau tanpa pita cukai.

Uji Potensi Kebocoran, Anomali Bukan Vonis

BCW menegaskan bahwa potensi kebocoran penerimaan negara harus dipandang sebagai risiko fiskal yang perlu diuji berdasarkan data, bukan sebagai kesimpulan sebelum proses verifikasi dilakukan.

Kajian tersebut akan mencoba mempertemukan berbagai kelompok data yang selama ini sering dibahas secara terpisah.

Data produksi legal akan dibandingkan dengan data pemesanan dan penggunaan pita cukai. Selanjutnya, jumlah pita cukai yang dicetak akan direkonsiliasi dengan data distribusi, penggunaan, pengembalian hingga pemusnahannya.

Seluruh data itu kemudian akan dibandingkan dengan realisasi penerimaan Cukai Hasil Tembakau serta perkembangan penindakan terhadap produk hasil tembakau ilegal.

“BCW tidak akan mengatakan ada kebocoran hanya karena menemukan angka yang berbeda. Anomali adalah pertanyaan, bukan vonis. Kita harus meminta penjelasan kepada Bea Cukai, melakukan verifikasi, baru kemudian menarik kesimpulan,” tegas Jimmy.

Cerutu Juga Masuk Radar Kajian

Tak hanya sigaret, BCW juga akan memisahkan data berdasarkan berbagai jenis hasil tembakau, antara lain Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), Sigaret Kretek Tangan (SKT), cerutu, rokok daun, tembakau iris serta kategori hasil tembakau lainnya.

Cerutu atau cigar menjadi salah satu kategori yang menarik perhatian karena memiliki karakteristik berbeda dengan sigaret dan volume peredarannya relatif lebih kecil.

BCW mempertimbangkan menjadikan cerutu sebagai salah satu uji petik untuk melihat apakah data suatu jenis hasil tembakau dapat ditelusuri secara lengkap, mulai dari jumlah produsen, volume produksi, penggunaan pita cukai, pembayaran cukai hingga penerimaan negara.

Akan Minta Data Resmi DJBC 2021–2025

Untuk memperkuat kajian, BCW berencana meminta data resmi kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk periode 2021–2025.

Data yang akan diminta meliputi volume produksi berdasarkan jenis hasil tembakau, jumlah produsen aktif, pemesanan pita cukai, jumlah pita yang dicetak dan didistribusikan, realisasi penggunaan, pengembalian dan pemusnahan pita, penerimaan cukai hingga data penindakan terhadap hasil tembakau ilegal.

Seluruh data tersebut akan dimasukkan ke dalam BCW Tobacco Excise Data Matrix 2021–2025 untuk selanjutnya direkonsiliasi dan dianalisis.

BCW juga membuka ruang bagi DJBC, pelaku industri, akademisi, ekonom, praktisi cukai serta pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan data maupun pandangan agar kajian dilakukan secara komprehensif dan tidak melihat persoalan hanya dari satu sudut pandang.

Transparansi Jadi Kunci Lindungi Uang Negara

Jimmy menegaskan, tujuan utama kajian tersebut bukan untuk mencari kesalahan institusi tertentu, melainkan mendorong transparansi sekaligus memperkuat sistem pengawasan terhadap salah satu sumber penerimaan negara yang strategis.

Apabila sistem telah berjalan dengan baik, menurutnya, kajian independen justru dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap DJBC.

Namun apabila ditemukan celah dalam sistem, hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

“BCW ingin melihat rantainya secara utuh: produksi, pita cukai, pelunasan, penerimaan negara sampai penindakan produk ilegal. Semuanya harus bisa dibaca dalam satu gambaran besar,” ujarnya.

Jimmy menekankan bahwa setiap rupiah penerimaan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Kalau sistemnya transparan, negara terlindungi, industri legal mendapat kepastian, dan masyarakat juga bisa ikut mengawasi. Kalau ada potensi kebocoran, kita tutup celahnya. Kalau sistemnya sudah baik, kita katakan kepada publik bahwa sistemnya memang baik berdasarkan data,” pungkas Jimmy.

 

( Tim media)

Tags: Bea cukaiRokok Ilegal

Related Posts

Aksi FMB di KP3B Soroti Flyover Unyur, Desak APH Usut Dugaan KKN dan Gagal Konstruksi
Daerah

Aksi FMB di KP3B Soroti Flyover Unyur, Desak APH Usut Dugaan KKN dan Gagal Konstruksi

October 7, 2026
Bhabinkamtibmas Sambangi Masyarakat Pelabuhan Kalibaru, Imbau Waspada Kamtibmas dan Bahaya Kebakaran
Daerah

Bhabinkamtibmas Sambangi Masyarakat Pelabuhan Kalibaru, Imbau Waspada Kamtibmas dan Bahaya Kebakaran

October 7, 2026
Pemprov Banten Siapkan Strategi 2027, Kemiskinan Ditekan Lewat SDM Unggul dan Infrastruktur Merata
Daerah

Pemprov Banten Siapkan Strategi 2027, Kemiskinan Ditekan Lewat SDM Unggul dan Infrastruktur Merata

October 6, 2026
Indeks Integritas Pendidikan Banten Naik Jadi 71,88, Wagub Dimyati Bidik Level Adaptif
Daerah

Indeks Integritas Pendidikan Banten Naik Jadi 71,88, Wagub Dimyati Bidik Level Adaptif

October 6, 2026
Update Survei : Gerindra 17,3 Persen, PSI Raih 4,3 Persen di Atas Demokrat
Daerah

Update Survei : Gerindra 17,3 Persen, PSI Raih 4,3 Persen di Atas Demokrat

October 6, 2026
Keluarga besar Ormas Perpam DPD Lebak Selatan Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81
Daerah

Keluarga besar Ormas Perpam DPD Lebak Selatan Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81

October 6, 2026
Next Post
SIDANG ETIK PERADI MEMANAS! Advokat Iki Dulagin Diminta Mundur dari DPN, Lisa Ungkap Dugaan Manipulasi Data hingga Intimidasi Jurnalis

SIDANG ETIK PERADI MEMANAS! Advokat Iki Dulagin Diminta Mundur dari DPN, Lisa Ungkap Dugaan Manipulasi Data hingga Intimidasi Jurnalis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

Forum PPPK PW Pandeglang Bersama PPPK Se-Indonesia Perjuangkan Kepastian Status PPPK Penuh Waktu

Forum PPPK PW Pandeglang Bersama PPPK Se-Indonesia Perjuangkan Kepastian Status PPPK Penuh Waktu

August 24, 2026
Pererat Sinergitas Yonif TP 840/GS dan Brimob Polda Banten Batalyon C Panggarangan Gelar Olah Raga Bersama

Pererat Sinergitas Yonif TP 840/GS dan Brimob Polda Banten Batalyon C Panggarangan Gelar Olah Raga Bersama

June 19, 2026
Ucapan Syukur pemuda Atas kemenangan, Muhammad Salahuddin Menjadi Kepala Desa darmasari PAW tahun 2026

Ucapan Syukur pemuda Atas kemenangan, Muhammad Salahuddin Menjadi Kepala Desa darmasari PAW tahun 2026

May 19, 2026
Puluhan Kepala Sekolah di Kecamatan Cilograng Masuki Masa Purna Bakti, Dedikasi Puluhan Tahun Tinggalkan Jejak Pengabdian

Puluhan Kepala Sekolah di Kecamatan Cilograng Masuki Masa Purna Bakti, Dedikasi Puluhan Tahun Tinggalkan Jejak Pengabdian

May 16, 2026
Warga Antusias Berikan Dukungan dan Bantuan Logistik, Rencana Aksi Demo Warga Desa Patia

Warga Antusias Berikan Dukungan dan Bantuan Logistik, Rencana Aksi Demo Warga Desa Patia

May 15, 2026

EDITOR'S PICK

Ketua BAI Bogor Raya Hadiri Tepang Tahun Sholawat Majelis Ta’lim As-Shogiri, Perkuat Sinergi Pemuda, Ulama, dan Pemerintah

Ketua BAI Bogor Raya Hadiri Tepang Tahun Sholawat Majelis Ta’lim As-Shogiri, Perkuat Sinergi Pemuda, Ulama, dan Pemerintah

July 28, 2026
Heboh! Oknum ASN Soppeng Diduga Jual Tanah Bermasalah, Uang Pembeli Rp50 Juta Tak Kunjung Dikembalikan

Heboh! Oknum ASN Soppeng Diduga Jual Tanah Bermasalah, Uang Pembeli Rp50 Juta Tak Kunjung Dikembalikan

September 24, 2026
Progres TMMD Ke-129 TA 2026 Rehab RTLH di Kampung Sesor Wujud Nyata Kepedulian TNI

Progres TMMD Ke-129 TA 2026 Rehab RTLH di Kampung Sesor Wujud Nyata Kepedulian TNI

July 16, 2026
Generasi Bangsa Terabaikan, Fisik Rumbel Jauh dari Kata Layak komite akan bersurat ke KDM Gubernur Jawa Barat

Generasi Bangsa Terabaikan, Fisik Rumbel Jauh dari Kata Layak komite akan bersurat ke KDM Gubernur Jawa Barat

May 19, 2026
BERBAGI INFO NASIONAL

© 2026 Berbagi Info Nasional | Website by Did-IT Digital Solution

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Entertainment
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Mancanegara
  • Politik
  • Olahraga

© 2026 Berbagi Info Nasional | Website by Did-IT Digital Solution

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In