BINews.id, BANTEN — Nama Sultan Maulana Hasanuddin memiliki tempat penting dalam perjalanan sejarah Banten dan Nusantara. Sosok yang dikenal sebagai pendiri sekaligus Sultan pertama Kesultanan Banten tersebut menjadi salah satu tokoh berpengaruh dalam penyebaran Islam, pembentukan pemerintahan, serta perkembangan Banten sebagai wilayah strategis di bagian barat Pulau Jawa.Kamis, 6 Agustus 2026
Sultan Maulana Hasanuddin, yang juga dikenal dengan gelar Pangeran Sabakingking, memimpin Kesultanan Banten pada periode 1552 hingga 1570 Masehi. Dalam masa kepemimpinannya, fondasi pemerintahan Banten mulai dibangun dan dikembangkan hingga menjadi salah satu kekuatan penting di Nusantara.
Sebagai putra Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, Sultan Maulana Hasanuddin meneruskan perjuangan dakwah Islam di wilayah Banten. Perannya tidak hanya berkaitan dengan penyebaran agama, tetapi juga mencakup penguatan kehidupan sosial, pemerintahan, serta pembangunan pusat kekuasaan yang kemudian berkembang menjadi Kesultanan Banten.
Pusat pemerintahan yang sebelumnya berada di Banten Girang kemudian berkembang ke kawasan Surosowan atau Banten Lama. Lokasi tersebut memiliki posisi strategis karena dekat dengan jalur perdagangan dan pelayaran, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi serta hubungan antardaerah.
Di bawah kepemimpinannya, Banten mulai dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi besar dalam perdagangan. Letaknya yang strategis menjadikan Banten sebagai salah satu jalur penting dalam aktivitas perdagangan di kawasan Nusantara.
Warisan kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin tidak hanya terlihat melalui sejarah berdirinya Kesultanan Banten, tetapi juga melalui berkembangnya nilai keagamaan, budaya, pendidikan, dan tradisi masyarakat Banten yang masih dikenal hingga saat ini.
Sosok Sultan Maulana Hasanuddin menjadi simbol kepemimpinan, perjuangan, dan penyebaran nilai-nilai Islam. Semangatnya dalam membangun Banten dapat menjadi inspirasi bagi generasi masa kini untuk menjaga persatuan, merawat warisan sejarah, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, perjalanan Sultan Maulana Hasanuddin juga menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu yang membangun fondasi peradaban, pemerintahan, dan kehidupan masyarakat.
Generasi penerus diharapkan tidak hanya mengenal nama Sultan Maulana Hasanuddin sebagai tokoh sejarah, tetapi juga mampu meneladani semangat kepemimpinan, keberanian, pengabdian, serta perjuangannya dalam membangun Banten.
Sultan Maulana Hasanuddin bukan sekadar nama dalam catatan sejarah. Beliau adalah salah satu peletak dasar kejayaan Banten dan bagian penting dari perjalanan panjang peradaban Nusantara.
( Redaksi)
















