BINews.id, CILOGRANG, LEBAK — Pemilik Warung Madura yang sebelumnya disebut dalam pemberitaan terkait dugaan uang palsu memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut.
Pemilik warung menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi saat transaksi merupakan kesalahpahaman dan tidak bermaksud untuk menuduh atau mempermalukan konsumen.
Dalam klarifikasinya, pemilik warung menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian tersebut.
Pemilik warung juga menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap uang dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dalam menerima transaksi tunai. Penyebutan mengenai uang yang diduga bermasalah tersebut, menurut klarifikasi pemilik, tidak dimaksudkan sebagai tuduhan bahwa konsumen sengaja menggunakan uang palsu.
“Ini hanya salah paham. Kami memohon maaf kepada konsumen apabila kejadian tersebut membuat tidak nyaman atau merasa tersinggung,” demikian inti klarifikasi yang disampaikan pemilik warung.
Dengan adanya klarifikasi dan permohonan maaf tersebut, persoalan antara konsumen dan pemilik warung diharapkan dapat diselesaikan dengan baik.
Redaksi juga menegaskan bahwa pemberitaan sebelumnya disusun berdasarkan keterangan konsumen dan pada saat itu masih membuka ruang klarifikasi dari pihak Warung Madura. Dengan adanya klarifikasi ini, informasi mengenai kejadian tersebut diperbarui agar memberikan gambaran yang lebih berimbang kepada masyarakat.
Redaksi menghargai klarifikasi dari pemilik warung dan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
(Redaksi)
















