BINews.id, Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengecek langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). Lokasi kebakaran berada di kawasan lahan gambut yang berbatasan dengan Hutan Lindung seluas sekitar 17 ribu hektare.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemadaman dan pengendalian api berjalan optimal, mengingat karakter kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Raja Antoni mengungkapkan, lahan gambut yang terbakar di lokasi tersebut memiliki kedalaman sekitar empat meter. Kondisi itu membuat api tidak mudah dipadamkan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di atasnya telah terlihat padam.
«“Tadi teman-teman yang injak ini di bawahnya bisa jadi masih ada api, panas. Dan dengan kejadian ini sekali lagi kita mengimbau agar tidak ada kejadian lain, kejadian di tempat lain yang gambut terbakar,” kata Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla.»
Menhut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, tindakan yang terlihat kecil dan sepele dapat menimbulkan dampak besar apabila terjadi di kawasan gambut.
«“Betapa hal yang sepele yang mungkin tidak terpikirkan memiliki implikasi luas. Tapi ternyata apabila tidak diantisipasi, tetap dilakukan, maka kebakaran semacam ini terjadi,” ujarnya.»
Terkait penyebab kebakaran, Raja Antoni menyebut terdapat informasi awal dari masyarakat mengenai kemungkinan adanya aktivitas berkebun yang diduga berkaitan dengan puntung rokok. Namun demikian, ia menegaskan penyebab pasti kebakaran masih harus didalami oleh kepolisian dan aparat penegak hukum.
“Dugaan awal tetap harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum,” demikian penegasan yang disampaikan Menhut.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Antoni juga mengapresiasi peran Masyarakat Peduli Api (MPA) yang bergerak cepat menemukan titik api dan segera melakukan koordinasi dengan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, dan Polri.
Disebutkan, terdapat sekitar 40 anggota MPA yang selama ini aktif membantu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Kehadiran seluruh unsur tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran meluas, terutama karena lokasi kejadian berada di lahan gambut yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung.
Pemerintah pun kembali mengingatkan bahwa pencegahan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Sebab, ketika api telah masuk dan membakar lapisan gambut, proses pemadaman membutuhkan waktu, tenaga, serta sumber daya yang jauh lebih besar.
Reporter : Nyai Kartika
















