BINews.id, Lebak –
Tokoh masyarakat Kecamatan Cilograng, Sudarya S, AP, mempertanyakan belum beroperasinya dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Cilograng, khususnya untuk daerah dengan kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).Lebak, Senin 24 Agustus 2026
Menurut Sudarya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah siswa di wilayah pelosok dan terpencil Kecamatan Cilograng yang belum pernah sama sekali menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.
“Anak-anak sekolah di daerah pelosok dan terpencil juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Jangan sampai program ini hanya dirasakan oleh sekolah-sekolah yang mudah dijangkau, sementara siswa di wilayah terpencil justru belum tersentuh,” ujar Sudarya S, AP.
Ia mempertanyakan kapan dapur MBG 3T di Kecamatan Cilograng mulai beroperasi secara efektif. Sebab, keberadaan dapur MBG sangat diharapkan dapat menjangkau sekolah-sekolah yang selama ini belum mendapatkan pelayanan program tersebut.
Sudarya menilai, pemerintah dan pihak terkait perlu memberikan perhatian serius terhadap wilayah pelosok. Menurutnya, program nasional yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak seharusnya dilaksanakan secara merata tanpa membedakan kondisi geografis suatu wilayah.
“Justru daerah yang jauh dan sulit dijangkau harus menjadi perhatian khusus. Jangan sampai anak-anak di pelosok merasa diperlakukan tidak adil karena belum pernah mendapatkan MBG,” tegasnya.
Ia berharap pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Program MBG segera memberikan penjelasan kepada masyarakat serta memastikan operasional dapur MBG 3T di Kecamatan Cilograng dapat segera berjalan, sehingga seluruh siswa yang berhak dapat merasakan manfaat program tersebut secara merata.
Sudarya juga menegaskan, pemerataan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah terpencil merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan keadilan sosial dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
( Redaksi)
















