BINews.id, Jakarta — Indikator Politik Indonesia memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai hasil survei nasional yang disebut dilakukan pada Juli 2026. Lembaga tersebut menyatakan bahwa data dan temuan survei dapat diakses melalui kanal resmi yang dikelola Indikator Politik Indonesia.
Direktur Indikator Politik Indonesia, Fauny Hidayat, menyampaikan bahwa seluruh data dan temuan survei yang menjadi bagian dari publikasi lembaganya disampaikan melalui situs resmi serta jaringan media sosial Indikator Politik Indonesia.
“Data dan temuan survei Indikator secara resmi selalu dipublikasikan melalui web/portal resmi www.indikator.co.id dan jaringan media sosial Indikator Politik Indonesia,” kata Fauny dalam keterangan tertulisnya.
Meski demikian, Fauny menegaskan bahwa Indikator Politik Indonesia tidak melakukan penyebarluasan secara masif terhadap hasil survei nasional yang disebut dilakukan pada Juli 2026 tersebut.
Survei tersebut diketahui memuat sejumlah indikator dan gambaran politik nasional, mulai dari penilaian terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tingkat elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden, hingga sejumlah tokoh yang dinilai berpotensi maju dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Namun demikian, Indikator Politik Indonesia menegaskan bahwa hasil survei tersebut tidak pernah dirilis maupun dipublikasikan secara resmi oleh lembaga tersebut.
“Indikator Politik Indonesia tidak pernah merilis atau mempublikasikan hasil survei nasional yang dilakukan pada Juli 2026 tersebut,” tutup Fauny.
Sumber: Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter: Edo















