BINews.id,Lebak – Memasuki 100 hari kerja, Camat Cilograng Tatang Kusmana, SKM., M.Si. menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan kecamatan yang semakin dekat, responsif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan mengusung semangat “Bersatu, Melayani, Membangun Negeri”, Pemerintah Kecamatan Cilograng terus mendorong terwujudnya wilayah yang harmonis, religius, maju dan sejahtera melalui penguatan pelayanan publik, sinergi lintas sektor serta program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam 100 hari kerja tersebut adalah “Menyapa 10 Desa”. Melalui program ini, Camat Cilograng akan hadir langsung di seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Cilograng untuk mendengar aspirasi, menyerap berbagai persoalan serta membangun solusi bersama masyarakat dan pemerintah desa.
“Kami ingin pemerintahan kecamatan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Dengan menyapa langsung masyarakat di 10 desa, kami dapat mendengar apa yang menjadi kebutuhan, keluhan maupun harapan masyarakat,” ujar Camat Cilograng Tatang Kusmana, Minggu (02/08/2026).
Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang terbuka, responsif dan berorientasi pada pelayanan. Aspirasi yang disampaikan warga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan langkah pembangunan di tingkat kecamatan.
Selain program “Menyapa 10 Desa”, Pemerintah Kecamatan Cilograng juga mengusung semangat Cilograng Harmoni, yang menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha serta seluruh pemangku kepentingan.
Semangat tersebut diwujudkan melalui filosofi:
“Satu Lepas, Semua Jatuh. Satu Genggam, Semua Kuat.”
Filosofi itu menggambarkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan persatuan dan keterlibatan seluruh elemen. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, sementara pembangunan yang berkelanjutan juga memerlukan sinergi yang kuat antara berbagai pihak.
Program lainnya yang turut menjadi perhatian adalah Jamda’i se-Kecamatan Cilograng, yang diarahkan untuk memberikan dukungan dan perlindungan sosial melalui program jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi para da’i dan ustadz di wilayah Kecamatan Cilograng.
Program tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap peran para tokoh agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis dan berlandaskan nilai-nilai kebersamaan.
Tatang menegaskan, pembangunan wilayah tidak hanya bertumpu pada peran pemerintah. Kolaborasi, kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemajuan Kecamatan Cilograng.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah, masyarakat, investor dan seluruh stakeholder harus bersatu serta saling menguatkan. Dengan kebersamaan, Insyaallah Cilograng dapat menjadi wilayah yang harmonis, maju dan sejahtera,” tegasnya.
Momentum 100 hari kerja ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk memperkuat pelayanan publik, mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat serta mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi warga.
Dengan semangat “Bersatu, Melayani, Membangun Negeri”, Pemerintah Kecamatan Cilograng optimistis dapat membangun tata kelola pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang harmonis dan berdaya saing.
Cilograng Harmoni, Masyarakat Bahagia, Lebak Ruhay.
( Redaksi/Tim )















