BINews.id, JAKARTA — Kelompok aktivis yang tergabung dalam KAP menyerukan masyarakat agar menyikapi momentum September Hitam secara tenang, kritis, dan bermartabat. KAP menegaskan, momentum tersebut seharusnya menjadi ruang refleksi atas berbagai persoalan kemanusiaan sekaligus memperkuat komitmen terhadap keadilan, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Seruan itu disampaikan Ketua KAP dalam forum diskusi sekaligus keterangan kepada media di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Ketua KAP, berbagai persoalan yang diangkat dalam momentum September Hitam memang dapat memunculkan rasa prihatin, kekecewaan, bahkan kemarahan di tengah masyarakat. Namun, aspirasi tersebut dinilai akan lebih bermakna apabila disampaikan melalui cara-cara damai, tertib, dan bertanggung jawab.
“Momentum ini hendaknya menjadi ruang untuk mengenang berbagai persoalan kemanusiaan serta memperkuat komitmen bersama terhadap keadilan, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan anarkis maupun kekerasan,” ujar Ketua KAP.
Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan, perusakan fasilitas umum, bentrokan, maupun aksi lain yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat justru berpotensi menggeser substansi aspirasi yang ingin disampaikan.
“Kekerasan, perusakan fasilitas umum, bentrokan, maupun tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat justru berpotensi mengaburkan substansi perjuangan dan merugikan banyak pihak,” lanjutnya.
Aktivis Diminta Tidak Mudah Terprovokasi
KAP juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan aktivis, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi maupun ajakan di media sosial yang mengarah pada tindakan kekerasan.
Ketua KAP meminta masyarakat lebih kritis dalam menerima setiap informasi yang beredar, termasuk dengan memeriksa sumber berita sebelum menyebarkannya.
“Mari memeriksa sumber informasi, menghindari penyebaran kabar bohong, dan tidak mengambil tindakan berdasarkan emosi sesaat,” sambungnya.
KAP menilai ruang demokrasi harus tetap dijaga dengan mengedepankan kebebasan menyampaikan pendapat sekaligus menghormati hak masyarakat lainnya.
Bagi masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi di ruang publik, KAP mengimbau agar tetap memperhatikan ketertiban umum, menghormati pengguna jalan dan warga sekitar, serta mengutamakan dialog.
Perbedaan Pandangan Bukan Alasan Bermusuhan
Ketua KAP menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokratis. Karena itu, perbedaan sikap maupun pendapat tidak semestinya berkembang menjadi permusuhan ataupun tindakan yang merugikan masyarakat luas.
“Perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokratis dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan,” pungkasnya.
KAP berharap momentum September Hitam dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya kemanusiaan, demokrasi, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia tanpa mengorbankan keamanan serta ketertiban masyarakat.
Reporter: Edo
















