BINews.id, LEBAK — Kepedulian terhadap korban kebakaran Pondok Pesantren (Ponpes) milik Kiai Nurdi di Kampung Kubang, Desa Ciapus, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, ditunjukkan Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Indonesia Maju (LSM HARIMAU) DPC Kabupaten Lebak bersama Organisasi Kemasyarakatan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB 98) DPAC Wanasalam dan Malingping.
Mereka menggelar aksi penggalangan dana di sepanjang Jalan Simpang Malingping, Kabupaten Lebak, Minggu (30/8/2026).
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah kebakaran yang melanda pondok pesantren tersebut pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Ketua LSM HARIMAU DPC Kabupaten Lebak, Asep Sujana alias Apih, mengatakan penggalangan dana merupakan bentuk keprihatinan sekaligus upaya nyata untuk membantu proses pembangunan kembali pondok pesantren yang terdampak kebakaran.
«“Kami sangat prihatin atas terjadinya kebakaran Ponpes Kiai Nurdi. Untuk itu, kami berupaya membantu agar Ponpes tersebut bisa dibangun kembali, sehingga para santri bisa kembali mengenyam ilmu agama dengan aman dan nyaman,” ujar Apih.»
Menurutnya, aksi penggalangan dana tersebut akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Pihaknya berharap partisipasi masyarakat dapat membantu mengumpulkan dana secara maksimal.
Apih memastikan, setelah penggalangan dana selesai, hasilnya akan diserahkan langsung kepada pihak yang terdampak di lokasi kejadian.
«“Setelah terkumpul, kami akan antar langsung ke lokasi untuk menyerahkan hasil dari penggalangan dana. Saya juga berharap semoga banyak pihak yang membantu pembangunan Ponpes Kiai Nurdi,” katanya.»
Senada, Ketua BPPKB 98 DPAC Malingping, Apih Beni, menilai aksi sosial tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk hadir dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
«“Sebagai organisasi masyarakat tentunya kita harus senantiasa ada di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Kami akan konsisten untuk membantu warga,” ujarnya.»
Sementara itu, Ketua BPPKB 98 DPAC Wanasalam, Aldy, menekankan pentingnya sinergi lintas organisasi dan seluruh elemen masyarakat dalam membantu korban kebakaran.
Menurutnya, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas tanpa memandang latar belakang organisasi.
«“Alhamdulillah BPPKB 98 bersama LSM HARIMAU bersinergi untuk membantu warga. Untuk kepentingan warga, kita tidak lihat bendera, tetapi kita kedepankan bagaimana mampu turut serta membantu warga yang membutuhkan,” kata Aldy.»
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
«“Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu. Kita doakan semoga yang sedang kena musibah diberikan kesabaran. Aamiin,” pungkasnya.»
Aksi tersebut menjadi contoh bahwa solidaritas masyarakat masih menjadi kekuatan penting ketika warga menghadapi musibah. Kolaborasi organisasi kemasyarakatan diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan para santri serta mempercepat upaya pembangunan kembali pondok pesantren yang terdampak kebakaran.
(Usep)
















