BINews.id,JAKARTA — Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali diperkuat melalui Program Jaga Jakarta On The Spot. Kali ini, Polsek Kawasan Sunda Kelapa menyambangi kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Minggu (16/8/2026), untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi dengan para buruh dan pekerja pelabuhan.
Kegiatan tersebut dipimpin Panit Samapta Polsek Kawasan Sunda Kelapa Ipda Resi Mulyono bersama Bhabinkamtibmas Pelabuhan Sunda Kelapa Aipda A. Affandi.
Tak sekadar menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), polisi membuka ruang dialog secara langsung dengan para pekerja. Sejumlah persoalan yang berkaitan dengan aktivitas dan kondisi lingkungan pelabuhan turut disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Ipda Resi Mulyono mengajak seluruh buruh dan pekerja untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.
“Kami mengajak seluruh buruh dan pekerja untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pelabuhan. Sinergi antara masyarakat dan Polri sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Ipda Resi Mulyono.
Sementara itu, Aipda A. Affandi menekankan pentingnya keselamatan kerja bagi seluruh pekerja yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Para buruh diingatkan untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta menggunakan alat pelindung diri (APD).
“Keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama. Kami mengimbau para pekerja untuk selalu menggunakan alat pelindung diri seperti helm, sepatu keselamatan, rompi, serta perlengkapan lainnya sesuai dengan ketentuan,” katanya.
Buruh Keluhkan Banjir Rob
Dalam sesi dialog, salah seorang buruh menyampaikan persoalan yang selama ini cukup mengganggu aktivitas mereka, yakni genangan akibat banjir rob yang terjadi di sejumlah akses jalan dan gudang di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.
Kondisi tersebut disebut semakin terasa ketika hujan turun bersamaan dengan air laut dalam kondisi pasang. Genangan tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas bongkar muat dan pekerjaan para buruh.
“Kami menyampaikan masukan terkait jalan dan gudang yang sering tergenang rob, terutama setelah hujan dan saat air laut pasang. Kondisi tersebut cukup menghambat pekerjaan kami. Kami berharap ada perhatian dan tindak lanjut dari instansi terkait,” ungkap seorang buruh.
Menanggapi keluhan tersebut, Ipda Resi mengapresiasi keterbukaan para pekerja dalam menyampaikan persoalan di lapangan. Kepolisian, kata dia, akan berupaya menjembatani aspirasi tersebut kepada instansi yang memiliki kewenangan menangani persoalan fasilitas dan genangan di kawasan pelabuhan.
“Terima kasih atas masukan yang disampaikan. Keluhan ini akan kami jembatani kepada instansi terkait yang memiliki kewenangan untuk memperbaiki fasilitas pelabuhan,” tegasnya.
Ia menyebut sejumlah upaya penanganan telah dilakukan oleh pihak terkait, termasuk pembangunan tanggul dan perbaikan fasilitas.
“Kita juga melihat sudah ada upaya dari pihak terkait, seperti pembangunan tanggul dan perbaikan fasilitas. Mudah-mudahan setelah seluruh proses perbaikan selesai, persoalan banjir rob di kawasan ini dapat semakin tertangani,” tambah Ipda Resi.
Polisi Minta Warga Aktif Laporkan Gangguan Kamtibmas
Selain menyerap aspirasi mengenai persoalan banjir rob, polisi juga mengajak para buruh dan pekerja berperan aktif menjaga keamanan lingkungan sekitar pelabuhan.
Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, gangguan kamtibmas maupun dugaan tindak pidana.
“Melalui Program Jaga Jakarta On The Spot ini, kami mengajak seluruh buruh dan pekerja untuk aktif menjaga lingkungan sekitar. Apabila menemukan orang yang mencurigakan, mengalami atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas maupun tindak pidana, segera laporkan kepada Polri melalui Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam,” jelasnya.
Program Jaga Jakarta On The Spot menjadi salah satu langkah kepolisian untuk memperkuat komunikasi dua arah dengan masyarakat. Polisi tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga turun langsung untuk mendengar berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.
Kegiatan di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran polisi di tengah aktivitas para buruh diharapkan mampu memperkuat rasa aman sekaligus membuka jalur koordinasi yang lebih cepat ketika muncul persoalan di lapangan.
Dengan adanya dialog tersebut, keluhan terkait banjir rob dan kondisi fasilitas pelabuhan diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh instansi yang berwenang sehingga tidak terus menghambat aktivitas para pekerja dan kegiatan operasional pelabuhan.
Sumber: Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter: Edo Lembang
















