BINews.id, Sukabumi — Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cisolok-Cikakak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Proyek yang dikelola PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) tersebut ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada akhir 2029 dengan kapasitas pembangkitan mencapai 50 Megawatt (MW).
Di tengah proses persiapan proyek tersebut, dukungan terhadap percepatan pengembangan energi panas bumi di Sukabumi disuarakan tokoh pemuda Sukabumi, Diren Pandimas.
Diren diketahui telah melakukan audiensi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam pertemuan tersebut, ia diterima Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Percepatan Penataan Regulasi, Mustafa M. Radja.
Audiensi tersebut, menurut Diren, dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan masyarakat Sukabumi sekaligus mendorong agar proyek panas bumi Cisolok-Cikakak dapat segera memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.
“Alhamdulillah, hari ini saya disambut dengan baik oleh Kementerian ESDM melalui Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Percepatan Penataan Regulasi, Bapak Mustafa M. Radja,” ujar Diren kepada awak media.
Diren mengatakan, pembangunan proyek tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, peningkatan pendapatan, maupun pembangunan fasilitas umum di wilayah sekitar proyek.
“Saya menempuh langkah ini karena saya peduli dengan masyarakat Sukabumi agar ke depan masyarakat bisa lebih baik, baik dari sisi pendapatan maupun fasilitas umum,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, Diren juga mengajak Mustafa M. Radja untuk melihat langsung lokasi proyek geotermal di wilayah Cisolok-Cikakak.
Menurutnya, kunjungan lapangan penting dilakukan agar pemerintah dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat dan mengetahui sejauh mana dukungan warga terhadap pengembangan PSN tersebut.
“Saya juga mengajak Bapak Mustafa M. Radja untuk berkunjung langsung ke lokasi proyek geotermal di Cisolok-Cikakak. Dengan begitu, beliau dapat melihat dan mengetahui secara langsung bahwa masyarakat menyambut baik proyek PSN ini,” ungkapnya.
Diren berharap hasil audiensi tersebut dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk mendorong percepatan proyek, termasuk harapan agar proses groundbreaking dapat dilaksanakan pada tahun ini.
Pemerintah Soroti Isu Sosial
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Percepatan Penataan Regulasi, Mustafa M. Radja, menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi terkait sejumlah persoalan sosial yang muncul di wilayah Cisolok.
Mustafa menyebut dirinya telah berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) untuk mendorong penyelesaian isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Dikarenakan proyek ini akan segera dimulai, saya sudah berdiskusi kepada Dirjen EBTKE untuk segera menyelesaikan isu sosial yang muncul di Cisolok. Isu tersebut harus difasilitasi agar tidak membesar dan menjadi perhatian publik,” kata Mustafa.
Ia juga menekankan pentingnya pihak pengembang memperhatikan aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk usulan dari ketua adat dan kelompok masyarakat.
“Menekankan atau mengimbau kepada pihak DMCG agar memperhatikan usulan ketua adat dan kelompok masyarakat,” ujarnya.
Menurut Mustafa, persoalan teknis selanjutnya akan dikoordinasikan bersama EBTKE yang saat ini menangani isu sosial terkait proyek Cisolok.
Percepatan Harus Berjalan Seiring dengan Penyelesaian Persoalan Masyarakat
Audiensi tersebut menjadi sinyal bahwa percepatan proyek geotermal Cisolok-Cikakak tidak hanya berkaitan dengan kesiapan investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan penyelesaian persoalan sosial di tingkat masyarakat.
Bagi Diren Pandimas, keberadaan proyek strategis nasional di Sukabumi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Ia berharap komunikasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak pengembang, tokoh masyarakat, kelompok adat, serta warga terus diperkuat sehingga proyek dapat berjalan tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat.
Dengan kapasitas yang dirancang mencapai 50 MW dan target COD pada akhir 2029, proyek PLTP Cisolok-Cikakak diharapkan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan energi baru terbarukan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya: sejauh mana penyelesaian isu sosial dan koordinasi lintas pihak dapat mempercepat realisasi proyek hingga menuju tahap groundbreaking.
















