BINews.id, BOGOR — Peta persaingan menuju kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor periode 2026–2031 mulai menghangat. Menjelang Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX KADIN Kabupaten Bogor, dukungan terhadap sejumlah kandidat terus bermunculan.
Salah satu perkembangan terbaru datang dari Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Bogor yang secara resmi menyatakan dukungan kepada Ridwan Rusliadi, atau yang akrab disapa Brehom, untuk maju sebagai calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2026–2031.
Dukungan tersebut disebut bukan keputusan personal, melainkan hasil pembahasan internal organisasi dengan mempertimbangkan aspirasi jajaran pengurus dan anggota PHRI Kabupaten Bogor.
Ketua BPC PHRI Kabupaten Bogor, Juju Djunaedi, mengatakan pihaknya melihat Ridwan Rusliadi memiliki sejumlah kapasitas yang dinilai sesuai dengan kebutuhan KADIN Kabupaten Bogor ke depan.
“Kami melihat Ridwan Rusliadi memiliki semangat yang tinggi dan masih muda. Kami meyakini beliau mampu memimpin KADIN Kabupaten Bogor ke depan serta membawa perubahan yang lebih baik bagi organisasi,” ujar Juju.
Menurut Juju, KADIN membutuhkan figur yang tidak hanya mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga membangun komunikasi lintas sektor dan memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dengan pemerintah daerah.
Ia menegaskan, dukungan PHRI kepada Ridwan Rusliadi telah menjadi sikap kelembagaan setelah melalui proses pembahasan dan menerima masukan dari anggota.
“Dukungan ini merupakan hasil musyawarah organisasi. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan menerima masukan dari anggota, akhirnya PHRI memutuskan memberikan dukungan kepada Ridwan Rusliadi sebagai calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor,” katanya.
PHRI Tegaskan Dukungan Merupakan Sikap Kelembagaan
Juju juga menanggapi kemungkinan adanya perbedaan pilihan di tingkat individu anggota.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan menjadi hak masing-masing individu. Namun, hal tersebut tidak mengubah keputusan resmi PHRI Kabupaten Bogor.
“Kalaupun ada anggota yang memiliki pilihan berbeda, itu merupakan hak pribadi masing-masing. Sikap resmi organisasi tetap mendukung Ridwan Rusliadi sesuai hasil musyawarah bersama,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas posisi BPC PHRI Kabupaten Bogor dalam konstelasi dukungan menjelang Mukab IX.
Ridwan Rusliadi dan Isu Regenerasi KADIN
Masuknya Ridwan Rusliadi dalam bursa calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor turut membawa isu regenerasi kepemimpinan dunia usaha ke tengah dinamika Mukab IX.
Figur yang dikenal dengan sapaan Brehom itu dinilai menawarkan perspektif generasi baru dalam pengelolaan organisasi dunia usaha.
Namun, tantangan yang dihadapi Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2026–2031 dipastikan tidak ringan.
Selain menjaga soliditas internal, kepemimpinan KADIN mendatang dituntut mampu memperjuangkan kepentingan anggota, memperluas ruang bagi pelaku UMKM, mendorong investasi, serta membangun kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Karena itu, pertarungan menuju kursi Ketua KADIN tidak hanya akan ditentukan oleh banyaknya dukungan, tetapi juga oleh kekuatan visi, program kerja, jaringan dan kemampuan masing-masing kandidat membangun konsolidasi dunia usaha.
Mukab IX Menjadi Penentu Arah KADIN Bogor
Panitia Mukab IX KADIN Kabupaten Bogor telah memulai tahapan dengan membuka pendaftaran peserta dan bakal calon Ketua KADIN sejak 31 Juli 2026.
Sementara puncak pelaksanaan Mukab IX dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2026.
Forum tersebut akan menjadi momentum penentuan kepemimpinan KADIN Kabupaten Bogor untuk lima tahun mendatang.
Seiring semakin dekatnya pelaksanaan Mukab, konsolidasi antar-pelaku usaha, asosiasi dan kelompok pendukung diperkirakan akan semakin intensif.
Dukungan resmi PHRI Kabupaten Bogor kepada Ridwan Rusliadi menjadi salah satu perkembangan penting dalam peta persaingan tersebut.
Kini, tantangannya adalah bagaimana Ridwan Rusliadi mampu mengonsolidasikan dukungan yang telah diperoleh dan menerjemahkannya ke dalam gagasan serta program konkret bagi dunia usaha Kabupaten Bogor.
Pada akhirnya, Mukab IX bukan semata-mata pertarungan memperebutkan kursi Ketua KADIN. Lebih dari itu, forum tersebut akan menentukan arah organisasi dunia usaha Kabupaten Bogor dalam menghadapi dinamika ekonomi, investasi, UMKM dan tantangan dunia usaha selama lima tahun ke depan.
(Redaksi)
















