BINews.id, JAKARTA — Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui program JJOS melaksanakan pelayanan dan pengamanan pengiriman bantuan kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026).
Bantuan kemanusiaan tersebut diberangkatkan menggunakan kapal KM Rania milik Kalla Lines melalui Terminal Domestik PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk., Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Pengiriman bantuan mendapat pelayanan dan pengamanan dari personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama Polsek Kawasan Kalibaru. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si.
Ketua Umum PMI M. Jusuf Kalla hadir langsung dalam kegiatan pelepasan bantuan bersama sejumlah pejabat serta perwakilan organisasi kemanusiaan nasional dan internasional.
Turut hadir Kepala Delegasi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Kathryn Clarkson, Kepala Delegasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Martin de Broer, perwakilan Palang Merah Amerika Al Akbar Abubakar, serta perwakilan Palang Merah Jepang Awaludin.
Selain itu, hadir pula Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Dr. Lilik Kurniawan, Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting, Deputi Bidang Infrastruktur MKG BMKG Dr. Ing. Michael Andreas Purwoadi, DEA, serta perwakilan kementerian, perusahaan dan PMI.
Respons Cepat Kemanusiaan
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menegaskan PMI terus berupaya memberikan respons cepat dalam setiap penanganan bencana sekaligus memastikan bantuan segera diterima dan dimanfaatkan masyarakat terdampak.
“Prinsip pertama, maksimal PMI datang dalam waktu enam jam. Kalau dalam kota, setengah jam sudah sampai,” ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, bantuan yang dikirimkan menuju Flores, NTT, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada masa tanggap darurat, tetapi juga menjadi bagian dari penanganan bencana dalam jangka menengah.
“Kebutuhan dasar dan kebutuhan jangka panjang akan diberikan sebagai bentuk bantuan bencana kemanusiaan di Flores NTT,” katanya.
Jusuf Kalla juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan para donatur yang telah berpartisipasi memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Saya berterima kasih kepada seluruh donatur yang sudah mendonasikan dan menyumbang untuk saudara kita di NTT. Apa yang diberikan akan segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang terkena bencana,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Jusuf Kalla, PMI tengah menjalankan dua operasi kemanusiaan sekaligus, yakni penanganan dampak kekeringan dan operasi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT.
“Kita sedang menjalani dua operasi, yaitu operasi kekeringan dan operasi NTT. Untuk kekeringan, kita mengerahkan 100 unit mobil tangki di enam provinsi untuk mengatasi kekeringan,” jelasnya.
Mulai pekan berikutnya, PMI dijadwalkan memasuki tahap operasi jangka menengah di NTT guna mendukung pemulihan masyarakat setelah fase tanggap darurat.
Puluhan Ribu Logistik Dikirim dari Priok
Bantuan kemanusiaan yang diberangkatkan melalui KM Rania terdiri atas berbagai kebutuhan masyarakat, antara lain:
1.000 dignity kit
1.000 hygiene kit
500 kitchen kit
500 baby kit
10.000 sarung
1.000 selimut
5.000 daster
20.000 pakaian
200 APD
2.000 mainan anak
2.000 air mineral
1.500 jerigen
1.000 kelambu
500 sekop
1.200 lampu tenaga surya
1.000 senter
3.000 terpal
2.000 ember
25 tenda
500 gerobak sorong
200 helm
1.000 matras
4.000 Alquran
25 toilet portable
200 sprayer
1.000 radio
Selain logistik, PMI juga mengirimkan armada pendukung berupa 10 unit mobil pikap, tujuh unit mobil double cabin, dan 10 unit mobil tangki air.
Jusuf Kalla bersama para tamu undangan juga melakukan inspeksi langsung ke dalam KM Rania untuk melihat kesiapan kapal dan pengangkutan bantuan kemanusiaan.
JJOS Kawal Pengiriman Hingga Berjalan Aman
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pengiriman bantuan kemanusiaan berjalan dengan aman, tertib dan lancar.
Sebelum kegiatan dimulai, personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan apel pengamanan di Dermaga Domestik yang dipimpin Kabagops Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Seluruh personel diarahkan agar melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok tiba di lokasi pada pukul 15.45 WIB, sedangkan Ketua Umum PMI M. Jusuf Kalla tiba pada pukul 16.35 WIB.
Setelah memberikan sambutan, Jusuf Kalla bersama para tamu undangan melakukan inspeksi ke kapal kemanusiaan KM Rania. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi doorstop dan foto bersama di depan kapal.
Jusuf Kalla meninggalkan Dermaga Domestik PT IKT Tbk. pada pukul 17.23 WIB.
KM Rania dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (22/8/2026) sebelum pukul 00.00 WIB menuju Labuan Bajo, NTT. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 45 jam dengan transit terlebih dahulu di Makassar untuk mengambil tambahan bantuan serta armada.
Pengiriman bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen PMI dalam meringankan penderitaan para penyintas bencana, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam situasi darurat, sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak.
Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Dermaga Domestik PT IKT Tbk., situasi terpantau aman, tertib dan kondusif berkat pelayanan serta pengamanan dari personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek Kawasan Kalibaru.
Sumber: Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter: Edo
















